Jadikan Inspirasimu

Senin, 14 Oktober 2013

Sosial-Budaya vs Perkembangan Teknologi

Apakah Sosial-Budaya Masyarakat telah Luntur akibat Perkembangan Teknologi ?


          Jawaban dari pertanyaan di atas adalah kurang lebih ya. Mengapa ya? oke kita mulai dari sosial-budaya atau disingkat sosbud itu sendiri, sosbud dekat hubunganya dengan masyarakt. Dalam kehidupan sehari-hari sosbud memang sudah ada contohnya antar masyarakat bila bertemu saling menyapa, itu merupakan budaya atau kebiasaaan dari masyarakat itu sendiri, nah dari kebiasaan itu terdapat hubungan saling berinteraksi hal ini masuk kepada sosial masyarakat. Dimana masyarakat itu memiliki ketergantungan satu sama lain.

             Hubungan tersebut di atas telah terjalin sekian lama menjadi suatu kebiasaan yang baik. nah mulailah masuk teknologi yang semakin lama semakin maju mengikuti perkembangan zaman ke dalam sosbud masyarakat yang sedikit demi sedikit melunturkan sosbud itu sendiri. Teknologi yang semakin aju mengubah pemikiran masyarakat menjadi pemikiran yang instan. Banyak beberapa di antara masyarakat yang berubah gaya hidupnya akibat perkembangan teknologi.

             Contoh pengaruh teknologi dalam sosbud masyarakat yaitu : seperti contoh di atas antar masyarakat bila bertemu saling menyapa, karena teknologi sudah masuk dalam keseharian masyarakat seperti Handphone yang canggih. Sekarang bila bertemu terkadang antar masyarakat itu saling cuek dan kurang peka terhadap lingkungan sekitar, malah asyik memainkan Handphone sambil berjalan. Ini merupakan contoh negatif perkembangan teknologi yang mempengaruhi sosbud masyarakat. Masih banyak lagi contoh yang dapat ditemui di lingkungan sekitar.

           Selain itu, perkembangan teknologi dalam masyarakat juga berdampak positif sebagai contoh dengan teknologi semakin mudahnya masyarakat berkomunikasi dalam jarak jauh yang tidak memungkinkan bertemu dengan bertatap muka langsung. Lalu budaya yang dimiliki masyarakat juga dapat diperlihatkan atau bahasa komputernya "upload" ke jejaring sosial atau komunikasi elektronik lainnya. Sehingga budaya tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas.

        Kesimpulan dari tulisan ini adalah dengan adanya perkembangan teknologi yang mempengaruhi sosial-budaya masyarakat diharapkan masyarakat dapat tetap memegang teguh apa yang telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar tidak luntur akibat perkembangan teknologi. Masyarakat juga memilah-milah mana teknologi yang baik untuk dirinya. intinya antara sosial-budaya masyarakat yang sudah ada sejak dulu seimbang dengan perkembangan teknologi yang dipilih.

Mohon maaf bila dalam penulisan ini terdapat kesalahan, saya hanya mengeluarkan pendapat sendiri mengenai sesuatu yang ada disekitar saya. Terima kasih






Rabu, 03 Juli 2013

Tulisan Manusia dan harapan

Nama : Raysa Aprilia
NPM   : 16112034
Kelas  : 1 KA 06
Manusia dan Harapan

Dalam kehidupan setiap manusia ada yang dinamakan harapan. Harapan merupakan sesuatu yang ingin dicapai atau dimiliki oleh seseorang. Di dunia ini hampir semua manusia memiliki harapan, hanya manusia yang mati jiwanya dalam hidup yang tidak memiliki harapan. Harapan dapat terlaksana dengan adanya usaha dan do’a tanpa itu harapan tidak dapat terwujud, tetapi harapan ada pula yang terwujud tanpa usaha dan do’a dan itu yang dinamakan oleh takdir Tuhan.

Setiap saya memilki harapan, selalu diselingi dalam do’a. Mengapa demikian ? karena apapun di dunia ini semua karena Tuhan. Dengan do’a saya meminta langsung apa yang saya harapkan agar Tuhanlah yang mewujudkan harapan tersebut. Seperti disebutkan di atas saya juga berusaha mewujudkannya melalui usaha. Misalnya saya mempunyai harapan untuk membeli laptop baru yang harganya lumayan mahal. Akhirnya saya berdo’a kepada Tuhan agar dapat terwujud harapan saya, lalu saya meminta kepada orang tua saya untuk membelikannya. Karena harga yang lumayan mahal jadi saya berinisiatif agar orang tua saya membayarkan setengah harga dan sisanya dengan menggunakan uang saku saya. Jadi agar laptop tersebut dapat saya miliki, saya harus berkorban yaitu uang saku saya akan berkurang. Dan itulah usaha dan do’a saya agar harapan saya dapat terwujud.

Terkadang dalam hidup saya apa yang saya harapkan ada yang terwujud dan ada yang tidak terwujud itu disebabkan karena do’a atau usahanya kurang tetapi ada pula orang yang sudah berdo’a dan berusaha keras tetap tidak dikabulkan harapannya. Menurut saya itu faktor dari pada takdir manufsia. Jadi sekeras apapun do’a dan usaha kita juga tergantung pada takdir tuhan. Itulah yang saya alami selama ini.

Kalimat terakhir untuk menutup tulisan saya ini “ If you are be nice to God, God will be nice to you”. Itulah prinsip saya selama ini, jadi berbuat baiklah kepada sesama manusia dan patuhilah tuhan pasti semua itu akan kembali kepadamu lebih, lebih dan lebih baik lagi yang akan kamu terima.

sumber : saya sendiri

Kamis, 20 Juni 2013

MANUSIA DAN HARAPAN


Nama : Raysa Aprilia
NPM   : 16112034
Kelas  : 1 KA 06
Manusia dan Harapan

     A.  PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan" Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan.

    B.  MENGAPA MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
    Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat,keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain.
    Tidak hanya orang yang masih hidup saja yang mempunyai harapan,orang yang sudah meninggal pun mempunyai harapan,biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli waris nya.Tentang besar kecilnya harapan seseorang dapat di tentukan oleh kepribadian orang itu sendiri.Untuk itu dengan memiliki kepribadian yang kuat kita akan dapat mengontrol harapan se efektif dan se efisien mungkin sehingga hasilnya tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain untuk masa kini dan masa yang akan datang.
     C.   CONTOH HARAPAN
     Contoh-contoh harapan, antara lain :
1.   Seorang siswa yang ingin mengikuti ujian nasional berharap akan mendapatkan  nilai Ujian dengan nilai yang baik.
2.    Seorang bisnisman yang berharap memenangkan tander bagi perusahaannya.
3.    Seorang ibu yang berharap anaknya menjadi anak yang sukses dan berguna bagi lingkungan dan bangsanya.
4.    Seorang mahasiswa yang berharap mendapatkan nilai IPK yang tinggi.

Komentar :
Menurut saya, harapan merupakan keinginan kita yang belum tercapai. Harapan erat kaitannya dengan do’a, mengapa demikian ? karena setiap kita mengharapkan sesuatu pasti kita ucapkan secara langsung melalui do’a, dengan harapan do’a tersebut yang berisi pengharapan dapat terkabul. Harapan melalui do’a merupakan suatu kepercayaan kepada Tuhan YME yang maha segalanya.
Harapan saya pada saat ini adalah diberikan kelancaran setiap jalan yang saya lalui dalam kehidupan.

Sumber :


Selasa, 07 Mei 2013

TUGAS IBD 7


Nama          : Raysa Aprilia
NPM           : 16112034
Kelas           : 1KA 06


MANUSIA DAN KEGELISAHAN


Kegelisahan tidak lain adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun.

 Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai berikut :

 “Kegelisahan negatif” adalah kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.

 “Kegelisahan positif” merupakan dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.

 Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

 Dalam rangka untuk menciptakan sehat, bahagia dan harmonis realitas kita semua keinginan, kita perlu menciptakan keselarasan emosional. Proses ini dapat dibagi menjadi enam langkah dasar: auasao

1. Mengenali emosi kita.
2. Menerima mereka sebagaimana adanya.
3. Membebaskan mereka bila diperlukan.
4. Memahami bagaimana mereka diciptakan.
5. Mengubah negatif melalui pemahaman dan menciptakan lebih banyak positif.
6. Melampaui mereka.

 Kegiatan-kegiatan ini akan membantu mengatur kembali pola-pola energi kita, membebaskan kita dari cengkeraman pikiran negatif.


*      Penangkal positif cemas dan khawatir bisa:

1. Iman kebijaksanaan dan keadilan ilahi; bahwa semua akan terjadi seperti yang diperlukan dan bermanfaat bagi proses pertumbuhan kami. Keyakinan ini memungkinkan kita untuk menyerah kepada kebijaksanaan alam semesta dan merasa aman bahkan ketika eksternal kita sedang ditantang oleh situasi sulit. 

Ini tidak berarti bahwa kita tidak berusaha menciptakan realitas yang kita inginkan, tetapi hanya bahwa kita merasa yakin bahwa hasil dari usaha kita akan menjadi yang terbaik bagi pertumbuhan kita terlepas dari apakah mereka adalah apa yang kita inginkan.

2. Kepercayaan pada kemampuan kita untuk menghadapi kehidupan apa pun yang membawa kita.Mengapa kita harus yakin bahwa kita dapat menangani apa pun yang datang? Kami telah bertemu dengan begitu banyak tes dalam hidup, dan di sini kita hidup dan membaca ini. Kami telah selamat. Kita, sebagai roh, lebih besar daripada yang mungkin ada pengalaman manusia.

3. Menyadari bahwa kita layak cinta dan penerimaan seperti kami.  Banyak kecemasan kita berkaitan dengan keraguan kami tentang harga diri kita yang kita cenderung untuk mengukur dengan apa yang dipikirkan orang lain dan dengan hasil usaha kita. Menerima diri kita seperti kita menghilangkan banyak kecemasan. 

4. Hidup di dalam dan menikmati saat ini.
Ketakutan kita, penyesalan, kecemasan dan khawatir jarang ada hubungannya dengan masa kini, tetapi dengan masa lalu dan masa depan. Tetapi tidak benar-benar ada. Masa lalu ada hanya untuk tingkat yang kita bawa dalam pikiran kita. Masa depan sama-sama ilusi.

Komentar :
                Kegelisahan datang pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Kegelisahan dapat membuat manusia bimbang dan tidak tenang dalam hidup ini. Dalam bahasa sekarang kegelisahan biasa disebut dengan istilah “Galau”. Banyak remaja zaman sekarang galau karena masalah cinta. Dan masalah kegelisahan tidak saja dialami oleh remaja saja tetapi semua manusia di bumi ini yang menjalani kehidupan. Intinya jangan lari dari masalah yang anda buat, karena lari dari masalah manambah rasa gelisah anda. Mendekatkan diri pada Tuhan YME.

Sumber :

TUGAS IBD 6


Nama          : Raysa Aprilia
NPM           : 16112034
Kelas           : 1KA 06

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

*      Pengertian Tanggung Jawab
Setiap manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab, dimana rasa tanggung jawab itu harus disesuaikan dengan apa yang telah kita lakukan.Arti dari tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

*      Macam-macam tanggung jawab beserta contohnya
a. Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
Manusia diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.



b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

d. Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.

*     Jadi hubungan antara keduanya, manusia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Komentar :
                Menurut saya, segala aktivitas atau kegiatan manusia yang dilakukan setiap harinya selalu diiringi dengan tanggung jawab. Dengan adanya tanggung jawab dapat timbul suatu kepercayaan terhadap diri manusia itu sendiri maupun orang lain. Sikap tanggung jawab harus ditanamkan sedini mungkin, agar setiap yang dilakukan selalu diiringi dengan rasa tanggung jawab.


Sumber :

Sabtu, 27 April 2013

TUGAS IBD 5


NAMA              : Raysa Aprilia
NPM                 : 16112034
KELAS             : 1 KA 06

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

v   Pengertian pandangan hidup

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Hubungan Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia di ciptakan dengan keistimewaan yaitu akal dan pikiran, berawal dari pikiran itulah yang membuat kita memiliki sebuah pedoman yang menjadi pegangan hidup. Dari zaman jahiliyah-pun sebuah pedoman dalam kehidupan seseorang sudah terlaksana, hanya saja belum ada pedoman yang baik untuk dilaksanakan karena saat itu masih dalam zaman kebodohan.
Karena itu pandangan hidup sering kali merubah pandangan hidup seseorang atau suatu kelompok tersendiri.dari pandangan itu terciptalah perbuatan yang baik dan buruk, dan dari pandangan hidup pula sering timbul pro dan kontra.
Yang sensitif untuk di bahas adalah masalah pandangan hidup mengenai system kepercayaan atau agama, salah satunya ialah aliran naturalism yang setiap masalah kehidupan yang di alami oleh seseorang selalu di kaitkan dengan kekuatan gaib. Aliran naturalism ini berintikan spekulasi bahwa Tuhan itu antara ada dan tiada. jadi menurut aliran ini tuhan akan ada jika kita percaya bahwa dia ada dan akan menghilang jika kita tidak percaya.
Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Yang terpenting kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup. Dengan memiliki langkah-langkah hidup kita akan mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
-          Mengenal,
-          Mengerti,
-          Menghayati,
-          Meyakini,
-          Mengabdi, dan
-          Mengamankan.

Hubungan Pandangan Hidup Masyarakat.
Hubungan pandangan mengenai kehidupan manusia dan masyarakat berdasarkan pada pandangan tentang manusia. Pandangan tentang manusia ini di dasarkan pada Pancasila. Dari sini dapat pula diartikan sebagai pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hubungan inilah manusia dapat hidup dan menghidupi. Manusia hidup dalam hubungan dengan Tuhannya dan dalam perlindunganNya selamanya termasuk dengan lingkungan. Dengan dan dalam kebudayaan dan serba hubungan menjadikan dunia dan lingkungan lebih menyenangkan dan menjadikan hidup lebih baik.

Pandangan Hidup Berbangsa dan Bernegara
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila ketiga terutama konsep E Renan, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan,sedangkan factor-faktor yang mendorong manusia ingin bersatu itu bermacam-macam. Dalam hal ini apa yang digariskan oleh pasal 2 ayat (1) menegaskan bahwa Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk republik.
Factor pendorong kea rah persatuan yang ditekankan oleh WD ialah pendidikan, budaya yang diatur dalam pasal 31ayat (2) pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu sistem penghujatan nasional yang diatur dengan undang-undang.
Norma-norma itulah yang harus di ikuti agar orang-orang Indonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila dan menjalankan sila 3 yang wujudkan pasal-pasal tersebut. Orang Indonesia tidak terlepas dari pasal-pasal lain. Lewat hal ini pulalah kecintaan manusia kepada Indonesia kepada bendera merah putih dan bahasa Indonesia dapat dikemukakan secara intensif.

Komentar :
          Manusia diberi akal oleh Tuhan YME. Akal tersebut digunakan untuk berpikir dalam menjalani kehidupan. Setiap kali berpikir manusia mengeluarkan ide, gagasan, doktrin-doktrin dan lain sebagainya yang menyangkut apa yang sedang terjadi. Dengan dikeluarkannya semua yang dihasilkan dari pikiran tersebut, keluarlah suatu pandangan hidup yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupan masa depan. Pandangan hidup manusia dapat dijadikan prinsip-prinsip kehidupan yang dipegang sebagai pegangan hidup.

SUMBER : 

dwiariyanilylaku.blogspot.com/…/manusia-dan-pandangan-hidup.html

TUGAS IBD 4


NAMA              : Raysa Aprilia
NPM                 : 16112034
KELAS             : 1 KA 06

MANUSIA DAN KEADILAN


1.     PENGERTIAN MANUSIA
Manusia merupakan salah satu makhluk biologis yang memiliki sifat-sifat rohani  dan berkemampuan untuk berkomunikasi, menyampaikan ekspresi, akal budi, dan juga keinginan untuk bersosialisasi dan berkumpul.

2.     PENGERTIAN KEADILAN

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" . Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. Keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Keadilan bisa juga diartikan sebagai pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban.

 Hubungan Manusia dan Keadilan
Setiap dari kita “manusia” memiliki “hak yang sama dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.  Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki ciri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas.
Dalam kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalu dibenturkan oleh berbagai  permasalahan dan kendala yang dihadapinya.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan. Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.       Faktor ekonomi.
Setiap manusia berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

2.       Faktor Peradaban dan Kebudayaan
Sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiap individu.

3.       Teknis
Untuk mempertahankan keadilan, kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lain kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun, sulit membedakan mana yang benar dan salah.
Pada intinya, keadilan adalah suatu tindakan manusia yang dilandasi oleh kebenaran dan kebenaran itu di perjuangkan oleh manusia tersebut. Dapat disimpulkan keadilan adalah sebagai titik tengah kebenaran yang dilandasi oleh nilai kebaikan. Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan. Dalam maknanya, Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Dan bagi yang berbuat adil merupakan orang yang bijaksana.

Komentar :
          Dalam kehidupan manusia erat kaitannya dengan keadilan. Setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan keadilan setegak-tegaknya. Menurut saya akhir-akhir ini keadilan di Indonesia membingungkan. Mengapa membingungkan? Karena dapat dilihat kasus-kasus mengenai pencurian yang menurut saya sepele misalnya nenek-nenek yang mencuri singkong, bisa dihukum 5 tahun penjara. Bisa dibayangkan kerugian yang sangat kecil bila hanya singkong yang diambil. Bila dibandingkan dengan koruptor yang mencuri uang rakyat ratusan bahkan milyaran rupiah, yang dihukum hanya 1-2 tahun penjara. Terlihat sekali KETIDAKADILAN di Negeri ini.

Sumber :