Jadikan Inspirasimu

Sabtu, 30 Maret 2013

TUGAS IBD-3



Nama          : Raysa Aprilia
NPM           : 16112034
Kelas           : 1 KA 06

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR

PKSA DI KOMUNITAS ADAT TERPENCIL
PROVINSI JAMBI

                                 

Program Kesejahteraan Sosial Anak  tahun 2011 mulai menyentuh anak-anak yang berada di Komunitas Adat Terpencil Provinsi Jambi. Melalui verifikasi dari RPSA Jambi, Dinas Sosial setempat dan para Sakti Peksos, penerima manfaat PKSA untuk Subdit Anak Memerlukan Perlindungan Khusus    ( AMPK-KAT) di Jambi berjumlah 141 anak yang berlokasi di 3 tempat yaitu: Dusun sungai Beruang desa Tanjung Lebar, Dusun Penggeretan Desa Pelempang keduanya berada di kabupaten Muaro Jambi. Dan satu lagi di Mentawak yang berada di Kabupaten Bungo.
Secara umum, mata pencaharian orang tuanya adalah menyadap karet, buruh kelapa sawit (berondol sawit), berburu di hutan,dan ada juga yang orang tuanya tidak memiliki pekerjaan. Letak geografis atau lokasi tempat tinggal anak  penerima manfaat sangat jauh dari pusat kota Jambi, selain itu juga medannya   sulit di jangkau  dan  terpencil. Kendaraan roda empat yang bisa menjangkau lokasi hanya jenis tertentu saja seperti  mobil Ranger/Reschue.
Dalam setiap melakukan penjangkauan, verifikasi maupun home visit, para  Sakti peksosnya harus  tinggal di pedalaman dan tinggal di salah satu rumah warga selama berminggu-minggu. Selama tinggal bersama dengan masyarakat KAT tersebut, otomatis para Sakti Peksosnya harus   mengikuti kebiasaan sehari-hari Suku Anak Dalam  tersebut seperti: mandi di sungai, makan bareng sama warga, bahkan berburu. Orangtua penerima manfaat dan warga setempat merasa bangga dan senang dengan adanya bantuan tersebut, meskipun Sakti  Peksos kesulitan untuk membelanjakan kebutuhan dasar anak dengan lokasi yang sangat  jauh untuk belanja kebutuhan anak-anak tersebut.
Kedatangan Sakti Peksos disana  disambut baik oleh warga, mereka senang dengan kehadiran Sakti Peksos yang memberikan pendampingan sosial,  memberikan nuansa baru yang sangat bermanfaat kepada anak-anak mereka dengan PKSA AMPK-KAT sebagai bukti perhatian Pemerintah Pusat kepada salah satu suku tradisional bangsa Indonesia yang patut untuk dilestarikan.
Kondisi anak penerima manfaat sebelum mendapatkan bantuan PKSA sangat memprihatinkan dimana kebutuhan dasar mereka belum tercukupi dengan baik seperti kebutuhan akan sandang, pangan, papan. Setelah mereka mendapatkan bantuan, senyum  mereka mengembang karena memiliki pakaian baru, mendapatkan penambahan gizi, perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan, perlengkapan mandi dll, mereka pun kesekolah tidak lagi memakai sandal tetapi sudah memakai sepatu.          
Komentar :
            Masalah kesejahteraan anak di daerah terpencil masih menjadi permasalahan bangsa Indonesia. Masalah ini terjadi karena kurangnya pemerataan kesejahteraan dari pemerintah dan kurang terjamahnya daerah terpencil dari tangan pemerintah maupun masyarakat luar.
            Kesejahteraan anak Indonesia sangatlah penting untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dengan bantuan peningkatan kesejahteraan dapat meningkatkan gizi, pendidikan, ekonomi, dll.
            Seperti artikel di atas pemerataan kesejahteraan anak mulai dilaksanakan melalui organisasi dan pemerintah itu sendiri. Hal ini dapat dijadikan inspirasi bagi orang banyak untuk membantu pemerataan kesejahteraan anak agar dapat meluas disetiap daerah terpencil di Indonesia.                 
Sumber : Anisatun Hasanah, S.Sos. Sakti Peksos AMPK di Jambi (10 April)

TUGAS IBD-2


Nama          : Raysa Aprilia
NPM           : 16112034
Kelas           : 1 KA 06

 MANUSIA dan KEBUDAYAAN


Komentar :
            Gambar di atas merupakan Petani Papua yang masih mempertahankan kebudayaannya. Salah satu Kebudayaan yang masih dipertahankan sampai sekarang ini yaitu khusus petani laki-laki bertugas mengolah ladang, sementara petani perempuan bertugas menanam dan merawat tanaman.

            Menurut saya hal tersebut masih dipertahankan sampai sekarang karena masih adanya kepercayaan atau adat yang dipegang oleh masyarakat Papua khususnya petani Papua untuk daerah tertentu dan belum adanya campur tangan luar yang dapat melunturkan kepercayaan (kebudayaan) tersebut. Tentunya hal ini bagus karena sebagai rakyat Indonesia bangga akan kebudayaan yang masih terjaga sampai sekarang ini, sehingga kebudayaan yang masih dipegang oleh petani Papua dapat dijadikan contoh bahwa kita sebagai rakyat Indonesia tetap berpegang teguh dengan kebudayaan yang kita miliki sekarang ini.

Sumber : Kompas, Sabtu, 24 November 2012

TUGAS IBD-1



Nama          : Raysa Aprilia
NPM           : 16112034
Kelas           : 1KA 06

ISD sebagai salah satu MKDU

Tujuan Umum ISD sebagai MKDU :
1.     Sebagai salah satu usaha yang dapat memberikan bekal kepada mahasiswa untuk dapat peduli terhadap masalah – masalah sosial yang terjadi dilingkungan dan dapat memecahkan masalah – masalah tersebut dengan menggunakan pendekatan ilmu sosial dasar.
2.     Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
3.     Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul di dalam masayrakat Indonesia.
4.     Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mahasiswa mampu berfikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mahasiswa berkomunikasi.
Ilmu sosial dasar adalah salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan matakuliah wajib diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
Masalah Sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1.     Faktor Ekonomi : Kemiskinan dan Pengangguran
2.     Faktor Budaya : Perceraian dan Kenakalan Remaja
3.     Faktor Biologis : Penyakit Menular dan Keracunan Makanan
4.     Faktor Psikologis : Penyakit Syaraf dan Aliran Sesat
CONTOH – CONTOH MASALAH SOSIAL
1.     Masalah – masalah kependudukan
2.     Kebakaran pemukiman
3.     Tindakan – tindakan kriminalitas
4.     Penyalahgunaan alkohol dan narkoba
5.     Pencemaran lingkungan
6.     Fasilitas – fasilitas umum rusak
7.     Tingkat kecelakaan lalu lintas yang tinggi
8.     Kelangkaan barang – barang kebutuhan sehari hari
9.     Tawuran

AKIBAT KEMISKINAN, PENYAKIT TERUS MENDERA ANAK INDONESIA
Kemiskinan | oleh Tim Liputan Enam SCTV


Bocah pengidap kelainan hati di Batam, Kepri.
Liputan6.com, Mandailing: Disaat warga ibu kota sibuk memburu barang impor bermerek, masih banyak warga di pelosok Indonesia, yang bergelut dengan kemiskinan. Jangankan berfikir memiliki baju atau sepatu baru, untuk makan dan berobat saja, mereka harus berjuang, antara hidup dan mati. 

Seperti nasib yang dialami Danang, bocah warga Kepulauan Riau tersebut, menderita kelainan hati sejak kecil. Akibatnya, mata Danang terus menguning, perut buncit dan kulitnya rusak. Penyakit ini, membuat Danang harus menjalani masa kecilnya dengan penderitaan. Surjono, ayah Danang, tentu sangat ingin membawa anaknya berobat, agar bisa kembali sembuh, namun, karena tidak memiliki biaya, keinginan tersebut sekadar menjadi mimpi.

Nasib yang sama juga dialami Yusuf, bocah berusia sembilan tahun, warga Madailing Natal, Sumatra Utara. Keadaan Yusuf jauh lebih mengenaskan, karena tak memiliki uang untuk mengobati penyakitnya, menyebabkan Yusuf mengalami buta, bisu dan tak bisa berjalan. Abdurrahman, ayah Yusuf, hanya bisa meratapi nasib anaknya tersebut.

Begitu juga di Jawa, tepatnya di Grobokan, Jawa Tengah, sebut saja namanya Andika, bayi mungil ini, sangat menderita jika akan buang air, karena tidak memiliki anus. Jika orang tuanya memiliki biaya, tentu sang anak, tidak akan mengalami penderitaan ini. Yang kaya membuang-buang hartanya, sedangkan si miskin, terlunta lunta dan menderita, inilah sebuah fenomena di Indonesia. Jika saja banyak yang ingin berbagi, tentu si miskin makin bisa tersenyum. (ARL)

Komentar :
            ISD sebagai MKDU bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada kita agar kedepannya kehidupan sosial dapat dilaksanakan dengan baik. Di dalam kehidupan sosial ada masalah-masalah sosial, contohnya kemiskinan seperti artikel di atas. Dengan adanya masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kita sebagai makhluk sosial lebih aktif dan peka dalam pelaksanaan kehidupan sosial.
            Masalah kemiskinan sulit dihilangkan dari kehidupan sosial masyarakat. Untuk itu perlu adanya suatu kesadaran kita sebagai makhluk sosial yang tidak bisa terlepas dari orang lain untuk membantu agar dapat meringankan beban kemiskinan tersebut.
            Selain peran kita sebagai makhluk sosial, diperlukan juga peran pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan di indonesia. Inti dari semua ini adalah kita bersama-sama mengatasi kemiskinan yang masih banyak terjadi di Indonesia.

Sumber : Kemiskinan | oleh Tim Liputan Enam SCTV (17/03/2010 04:01)

Jumat, 14 Desember 2012

Masalah Individu, Keluarga & Masyarkat


Nama       : Raysa Aprilia
NPM       : 16112034
Kelas       : 1 KA 06
Ilmu Sosial Dasar

Masalah Individu, Keluarga & Masyarakat

       1.    PENGERTIAN INDIVIDU
Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individuum, yang artinya tak berbagi. Dalam bahasa inggris individu berasal dari kata in dan divided. Yang artinya tidak berbagi.jadi individu artinya tidak terbagi atau satu kesatuan. Manusia sebagai makhluk individu memliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. individu mengandung arti bahwa unnsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi. Jadi sebutan individu hanya tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohani, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya. walaupun secara umum manusia itu memiliki perangkat fisik yang sama, tetapi jika perhatian kita tunjukan pada perhatian yang lebih detail, maka akan terdapat perbedaan. Perbedaan itu terletak pada bentuk, ukuran, sifat. Seorang individu adalah perpaduan antara genotif dan fenoti genotid adalah faktor yang di bawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan dibawa sejak lahir. berupa sifat atau karakter kita yang mirip orang tua kita. Kalau seorang individu memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang di bawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang di pengaruhi oleh faktor lingkungan (fenotipe). Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Karakteristik khas dari seseorang ini sering kita sebut dengan kepribadian.

       2.    PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang terikat dengan adanya hubungan perkawinan atau darah. Keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak biasanya di sebut dengan keluarga inti. Keluarga ini memiliki fungsi dimana individu-individu itu pada dasarnya dapat menikmati bantuan utama dari sesamanya,serta keamanan dalam hidupnya. Selain itu dalam keluarga inti, anak-anak yang masih belum berdaya mendapat pengasuhan dan pendidikan pertama kali, Mattewatie anna ( dalam Kuntjraningrat1990 :110) Namun menurut sebagian masyarakat bahwa yang di sebut keluarga tidak hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak akan tetapi orang yang hidup serumah bisa saja di sebut keluarga dengan ada atau tidaknya hubungan darah. Dalam suatu keluarga, apa lagi keluarga itu tidak terdiri dari ayah-ibu dan anak masih ada orang lain yang hidup bersama dalam satu rumah, maka dirasa cukup rawan konflik. Ini tentunya dalam keluarga tersebut ada aturan-aturan tertentu yang harus di patuhi, namun belum tentu diterima oleh anggota di keluarga inti. Pada kehidupan keluarga inti terdapat berbagai macam norma atau aturan yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai itu seperti: keagamaan, sopan santun (tata karma), sosialisasi, pendidikan, kejujuran dan lainnya.

Ada bebrapa faktor dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, antara lain :
          1.    Agama 
          2.    Tata karma. 
          3.    Perlindungan.
          4.    Keharmonisan.
          5.    Reproduksi
          6.    Sosialisasi dan pendidikan

3.     PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian dan dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya. Ilmu untuk mempelajari masyarakat adalah Sosiologi.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat adalah :
§  Kumpulan sekian banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan  kehidupan bersama
§  Kesatuan sosial yang mempunyai hubungan erat
§  Kumpulan individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama.


HUBUNGAN INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

Individu barulah dikatakan sebagai individu apabila pada perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang mengelilingi individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan.
Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.
2. Hubungan individu dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma yang secara terus-menerus dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu memberikan keuntungan bagi mereka.
Individu memiliki hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada disekelilingnya. Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk kepribadian. Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur, ketua dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan pekerjaannya.
3. Hubungan individu dengan komunitas
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memiliki teritorial terbatas, memiliki kesamaan terhadap menyukai sesuatu hal dan keorganisasian tata kehidupan bersama.
Komunitas mencakup individu, keluarga dan lembaga yang saling berhubungan secara independen.
4. Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.


KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki relasi atau hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat.


Masalah Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Nama       : Raysa Aprilia
NPM       : 16112034
Kelas       : 1 KA 06
Ilmu Sosial Dasar

Masalah Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat


  v  PENGERTIAN PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosialP.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

  v  TERJADINYA PELAPISAN SOSIAL
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
1.       Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
2.      Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya    berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
study kasus :
pelapisan sosial pada kaum ningrat dengan kaum awam. Kaum ningrat tidak di perbolehkan berhubungan dengan kaum awam dikarenakan perbedaan sosial.

v PERBEDAAN SISTEM PELAPISAN DALAM MASYARAKAT
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial.
Masyarakat dan individu adalah komplementer dapat dilihat dalam kenyataan bahwa:
a)    Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan menyebabkan perubahan

Ada beberapa pendapat menurut para ahli mengenai strafukasi sosial diantaranya menurut Pitirin A. Sorikin bahwa “pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat”.
Theodorson dkk berpendapat bahwa “pelapisan masyarakat adalah jenjang status dan peranan yang relative permanen yang terdapat dalam sistem sosial didalam hal perbedaan hak, pengaruh dan kekuasaan”.
Masyarakat yang berstatifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapiasan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit keatas.

  v  Pelapisan sosial ciri tetap kelompok sosial
Pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin nampaknya menjadi dasar dari seluruh system sosial masyarakat kuno. Didalam organisasi masyarakat primitif pun dimana belum mengenai tulisan. Pelapisan masyarakat itu sudah ada. Hal itu terwujud berbagai bentuk sebagai berikut:
a. Adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan pembedaan-pembedaan   hak dan kewajiban.
b. Adanya kelompok-kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa.
c. Adanya pemimpin yang saling berpengaruh.
d. Adanya orang-orang yang dikecilkan diluar kasta dan orang yang diluar perlindungan hukum.
e. Adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri.
f. Adanya pembedaan standar ekonomi dan didalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum.
Pendapat tradisional tentang masyarakat primitif sebagai masyarakat yang komunistis yang tanpa hak milik pribadi dan perdagangan adalah tidak benar. Ekonomi primitive bukanlah ekonomi dari individu-individu yang terisolir produktif kolektif.

  v  TEORI TENTANG PELAPISAN SOSIAL
Pelapisan masyarakat dibagi menjadi beberapa kelas :
• Kelas atas (upper class)
• Kelas bawah (lower class)
• Kelas menengah (middle class)
• Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

  v  KESAMAAN DERAJAT DAN PERSAMAAN HAK
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanya kesamaan derajat antar rakyatnya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal :
            1.    Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara      yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
 2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3.  Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh   negara
4.   Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

KESIMPULAN

Masyarkat terbentuk dari individu-individu yang memiliki latar belakang sehingga membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial. oleh karena itu, dengan adanya masyarakt yang heterogen dengan berbagai macam pola tingkah laku dan cara hidup maka terbentuklah pelapisan sosial dan nantinya mengacu pada kesamaan derajat.


Sumber :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
- http://yanezzcihuy.wordpress.com/2010/10/23/terjadinya-pelapisan-sosial/
- http://www.facebook.com/topic.php?uid=174781952364&topic=11155
- UUD 1945 Amandemen.
      - http://fachrialwiny.blogspot.com/2011/11/pelapisan-sosial-persamaan-derajat.html