Jadikan Inspirasimu

Rabu, 11 Mei 2016

COCOMO

I.   Pengertian COCOMO

          COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan. 

II.   Sejarah COCOMO
           COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.'s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

III. Jenis-jenis COCOMO

Gambar 1 Jenis-Jenis COCOMO

Jenis-Jenis COCOMO terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Model COCOMO Dasar

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
a. Proyek organik (organic mode)
Proyek organik merupakan proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
b. Proyek sedang (semi-detached mode)
Proyek sedang merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
c. Proyek terintegrasi (embedded mode)
Proyek terintegrasi merupakan proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat

Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini: 


                                                                                                                                                   (1, 2, 3)
Dimana :
• E : besarnya usaha (orang-bulan)
• D : lama waktu pengerjaan (bulan)
• KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• P : jumlah orang yang diperlukan.
Sedangkan koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada Tabel 1 berikut:

Tabel 1 . Koefisien Model COCOMO Dasar



2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO) 

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
a. Atribut produk (product attributes)
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)
b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED) 

Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.

Dari pengembangan ini diperoleh persamaan: 

                                                                                                                                                             (4)
Dimana :
• E : besarnya usaha (orang-bulan)
• KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.

Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.

Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut 



2.1 Persamaan Perangkat Lunak
Persamaan perangkat lunak merupakan model variabel jamak yang menghitung suatu distribusi spesifik dari usaha pada jalannya pengembangan perangkat lunak. Persamaan berikut ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap lebih dari 4000 proyek perangkat lunak :

      
                                                                                                                                                       (5)
Dimana :
• E = usaha yang dilakukan (orang-bulan atau orang-tahun)
• t = durasi proyek dalam (bulan atau tahun)
• B = faktor kemampuan khusus
• P = parameter produktivitas 

Nilai B diambil berdasarkan perkiraan. Untuk program berukuran kecil (0.5 < KLOC < 5), B = 0.16. Untuk program yang lebih besar dari 70 KLOC, B = 0.39.
Sedangkan besarnya nilai P merefleksikan:
1. Kematangan proses dan praktek manajemen
2. Kualitas rekayasa perangkat lunak
3. Tingkat bahasa pemrograman yang digunakan
4. Keadaan lingkungan perangkat lunak
5. Kemampuan dan pengalaman tim pengembang
6. Kompleksitas aplikasi
Berdasarkan teori, diperoleh P = 2000 untuk sistem terapan, P = 10000 untuk perangkat lunak pada sistem informasi dan sistem telekomunikasi, dan P = 28000 untuk sistem aplikasi bisnis.

2.2 Konversi Waktu Tenaga Kerja
Konversi waktu tenaga kerja ini diperoleh dari angka pembanding yang digunakan pada perangkat lunak ConvertAll, dengan hubungan persamaan antara orang-bulan (OB), orang-jam (OJ), orang-minggu (OM), dan orang-tahun (OT) adalah sebagai berikut :
OM = 40 OJ (6)
OT = 12 OB (7)
OT = 52 OM (8)
Dari persamaan di atas, diperoleh konversi orang-bulan ke orang-jam sebagai berikut :
OB = (40 OJ x 52) / 12
OB = 173,33 OJ (9) 

3. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO model)

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. 

Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers



Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers 



Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

IV.   Metodologi Dashboard COCOMO.

Pada gambar dibawah ini dijelaskan tentang metodologi dashboard COCOMO. yang menggunakan demo dashboard LIVE Xcelsius. Anda dapat menggunakan komponen interaktif xcelsius dashboard ini untuk mengubah faktor dalam model dan langsung melihat hasilnnya. KPIs dalam Produk, Computer, Personalia dan Kategori Proyek.




Sumber : 
http://yayuk05.wordpress.com/2007/11/09/constructive-cost-model-cocomo/

http://www.dashboardcafe.com/index.php?option=com_content&view=article&id=102:dashboard-cocomo&catid=1:beritaterbaru&Itemid=50

Penggunaan Software Open Source

    PENGERTIAN SOFTWARE OPEN SOURCE
    Software open source adalah sebuah software yang dapat di miliki dengan cara mengambil/mendownload secara gratis dari internet , yang kode softwarenya di publikasikan ke publik atau pengguna internet . Umumnya orang akan memperbaiki kelemahan–kelemahan dari software tersebut dan memodifikasi tampilan atau bahasanya . Lalu menguploadnya kembali/mempublikasikan kembali software yang sudah di perbaiki tersebut ke internet . dan pada saat yang sama orang lain juga akan mendownload aplikasi software open sorce ini dan memperbaiki kelemahan –kelemahan yang lain.
      Dengan adanya perbaikan kelemahan software open source dari beberapa pengguna internet maka pengembangan metode ini di harapkan dapat meningkatkan kualitas software open source.
images
KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN SOFTWARE OPEN SOURCE
  • Keuntungan menggunakan software open source :
a. Legal
   Open Source, dengan berbagai kelebihannya, juga legal. Penggunaan software Open Source di seluruh Indonesia akan menyebabkan tingkatpembajakan software di Indonesia menjadi turun   drastis, dari 88% menjadi 0%.
b. Penyelamatan Devisa Negara
   Dengan menggunakan solusi berbasis Open Source, maka dapat dilakukan penghematan    devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha      untuk kesejahteraan rakyat
c. Keamanan Negara /Perusahaan
  Software Open Source bebas dari bahaya ini,karena bisa dilakukan audit terhadap kode programnya..contoh nyata nya Di tahun 1982, terjadi ledakan dahsyat di jalur pipa
gas Uni Sovyet di Siberia. Kekuatan ledakan tersebutsekitar 3 kiloton, atau 25% dari kekuatan bom nuklir Hiroshima.16 tahun kemudian baru diketahui oleh publik bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh softwarekomputer proprietary / tertutup yang telah diubah oleh CIA.
d. Keamanan Sistem
  Pada software proprietary / tertutup, sangat sulit untuk dapat benar-benar yakin dengan keamanannya; karena kita tidak tahu apa yang ada di dalamnya.Selain itu, seringkali sangat sulit untuk mendapatkan solusinya. Sebagai contoh, ada security hole diInternet Explorer yang telah diketahui sejak tahun 2002, namun masih tetap belum ada solusinya.Sebuah komputer dengan OS Microsoft Windows 2000 yang kemudian disambungkan ke Internet, dapat terserang virus dalam waktu 10 menit atau kurang. Di tahun 2006, Internet Explorer tidak aman untukdigunakan selama 284 hari . Dan seterusnya.
e. Hemat biaya
  Sebagian besar developer ini tidak dibayar. Dengan demikian, biaya dapat dihemat dan digunakan untuk pengeluaran yang tidak dapat ditunda, misal membeli server untuk hosting web.
f. Kesalahan
   (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki, hal ini dikarenakan jumlah developer-nya sangat banyak dan tidak dibatasi. Visual inspection (eye-balling) merupakan salah satu metodologi pencarianbugs yang paling efektif. Selain itu, source code yang tersedia membuat setiap orang dapat mengusulkan perbaikan tanpa harus menunggu dari vendo.

  • Kerugian menggunakan software open source
a. Tidak ada garansi dari pengembangan
b. Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
   Ketersediaan source code yang diberikan dapat menjadi sia-sia, jika SDM yang ada tidak dapat menggunakannya. SDM yang ada ternyata hanya mampu menggunakan produk saja, Jika demikian, maka tidak ada bedanya produk open source dan yang propriertary dan tertutup.
c. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
   Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
d. Kesulitan dalam mengetahui status project
  Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
e. Open Source digunakan secara sharing
  Dapat menimbulkan resiko kurangnya diferensiasi antara satu software dengan yang lain, apabila kebetulan menggunakan beberapa Open Source yang sama.


Sumber :
http://komunitas-os-smkn3sby.blogspot.co.id/2013/05/keuntungan-dan-kerugian-menggunakan.html
https://comunitasossmk10sby.wordpress.com/2013/05/18/open-source-software/

Rabu, 30 Maret 2016

All About Cyber & Kasus Email Fraud

CYBER

     Kata ‘cyber’ merupakan singkatan dari ‘cyberspace’, yang berasal dari kata ‘cybernetics’ dan ‘space’ Istilah cyberspace muncul pertama kali pada tahun 1984 dalam novel William Gibson yang berjudul Neuromancer. Bruce Sterling kemudian memperjelas pengertian cyberspace, yakni:

"Cyberspace is the ‘place’ where a telephone conversation appears to occur. Not your desk. Not inside the other person’s phone in some other city. The place between the phone. The indefinite place out there, where the two of you, two human beings, actually meet and communication."
     Dari beberapa defenisi yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa cyberspace merupakan sebuah ruang yang tidak dapat terlihat. Ruang ini tercipta ketika terjadi hubungan komunikasi yang dilakukan untuk menyebarkan suatu informasi, dimana jarak secara fisik tidak lagi menjadi halangan.
  • Cyber Crime 
Crime berarti 'kejahatan'. Kejahatan adalah setiap kelakuan atau tingkah laku yang dapat merugikan dan menimbulkan ketidaktenangan dalam suatu masyarakat tertentu. Jadi cybercrime adalah jenis kejahatan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi tanpa batas serta memmiliki karakteristik yang kuat dengan sebuah rekayasa teknologi yang mengandalkan tingkat keamanan yang tinggi dan kredibilitas dari sebuah informasi yang disampaikan dan diakses oleh pelanggan internet.
Contoh cybercrime :
Kasus video porno Ariel 'PeterPan' dengan Luna Maya dan Cut Tari. Video tersebut di unggah di internet oleh seorang berinisial 'RJ'.

  • Cyber Law
Hukum Siber (Cyber Law) adalah istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi. Istilah lain yang juga digunakan adalah hukum Teknologi Informasi (Law of Information Techonology) Hukum Dunia Maya (Virtual World Law) dan Hukum Mayantara. Secara luas cyber law bukan hanya meliputi tindak kejahatan di internet, namun juga aturan yang melindungi para pelaku e-commercee-learning; pemegang hak cipta, rahasia dagang, paten, e-signature; dan masih banyak lagi. 
Contoh Cyber Law : terkait dengan kasus cyber crime di atas maka Penyelesaian kasus ini pun dengan jalur hukum, penunggah dan orang yang terkait dalam video tersebut pun turut diseret pasal-pasal sebagai berikut, Pasal 29 UURI No. 44 th 2008 tentang Pornografi Pasal 56, dengan hukuman minimal 6 bulan sampai 12 tahun. Atau dengan denda minimal Rp 250 juta hingga Rp 6 milyar. Dan atau Pasal 282 ayat 1 KUHP.

           ·      Cyber Threats

Cyber Threats adalah kejahatan berupa ancaman yang memanfaatkan teknologi informasi, seperti menyabotase jaringan komputer, memasukkan informasi yang tidak benar ke internet, memalsukan dokumen-dokumen penting melalui internet.

           ·      Cyber Security

Cyber Security (Keamanan Komputer) adalah keamanan informasi yang diterapkan di dalam komputer dan jaringan yang bertujuan untuk mencegah kejahatan yang menyusup, memanipulasi, dan mencuri informasi dari  komputer dan jaringan user.
Contoh Cyber Security : Institusi keuangan dan telekomunikasi secara rutin menyewa konsultan keamanan untuk melakukan  kegiatan “penetration testing”. Pen Test ini dilakukan untuk menguji sejauh mana sistem yang mereka punya dapat bertahan dari serangan-serangan yang akan mengeksploitasi sistem tersebut.

         ·     Cyber Attacks

Cyber Attacks (Serangan Siber) adalah eksploitasi sengaja kepada sistem komputer, perusahaan yang bergantung pada teknologi dan jaringan. Cyber Attacks menggunakan kode berbahaya untuk mengubah kode komputer, logika atau data yang mengakibatkan kerusakan data dan memicu kejahatan dunia maya, seperti informasi dan pencurian identitas.
Contoh Cyber Attacks : pencurian password, pencurian identitas, eksploitasi website pribadi, dll.

     
Sumber :

https://www.techopedia.com/definition/24748/cyberattack




KASUS EMAIL FRAUD - PERUSAHAAN ASAL YUNANI TERTIPU LEWAT EMAIL


JAKARTA – Perkembangan teknologi diera digital ini semakin pesat, khususnya dalam bidang bisnis. Salah satu alat komunikasi berbasis teknologi yang digunakan dalam bisnis, yaitu email. Banayak pengusaha melakukan komunikasi untuk memulai kerjasama, bertransaksi, dan tukar-menukar informasi. Penggunaan email untuk berkomunikasi dalam bisnis memang banyak memberikan keuntungan, jika digunakan dengan benar, bersih, dan jujur. Sebaliknya, penyalahgunaan email dapat merugikan salah satu pihak yang saling terkait dalam penggunaan terknologi tersebut, contohnya email fraud.
Kasus email fraud  yang belum lama ini terjadi, yaitu sebuah perusahaan Yunani (perusahaan berinisial AI) yang menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelaku melalui email, sehingga korban mederita kerugian ratusan ribu US dollar. Dua orang pelaku yaitu KIA dan ODI berhasil ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa, 22 Maret 2016.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal saat perusahaan bernisial AI asal Yunani ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan SS asal Korea Selatan.
Mujiono menuturkan, pada 12 Februari 2016 lalu perusahaan AI mengirimkan email kepada perusahaan SS mengenai kesepakatan anggaran biaya jasa teknis perbaikan tiga kapal milik perusahaan AI.Email balasan dari perusahaan SS belum juga diterima.Akhirnya perusahaan AI menerima basalasan atas email yang dikirimnya dari perusahaan SS yang ternyata merupakan akun palsu yang dioperasikan oleh pelaku.
"Emailnya palsu, seolah-olah mirip dengan email dari perusahaan SS ini. Sehingga korban tidak menaruh curiga," kata Mujiono.
Pelaku juga meminta korban untuk mengirimkan biaya perbaikan kapal ke rekening pribadi.Padahal, biaya tersebut seharusnya dikirim ke bank yang berada di Korea Selatan.
"Pelaku ini bohong ke korban, bilangnya di Korsel sedang ada pemeriksaan pajak. Makanya dia alihkan pengiriman uangnya ke rekening pribadi," beber Mujiono.
Tidak ada kecurigaan dari perusahaan AI, akhirnya pada 18 Februari 2016, perusahaan AI mengirimkan uang ratusan ribu dollar sebagai biaya perbaikan kapal.Pelaku menggunakan rekening atas nama Marina Darmawan yang berlokasi di Semarang.
"Uang sebesar USD749.029 malah jatuh ke tangan pelaku, bukan ke rekening bank perusahaan SS di Korsel" tutur Mujiono.
Kedua pelaku dikenakan pasal berlapis, diantaranya pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 28 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sumber :
http://news.okezone.com/read/2016/03/26/338/1346413/email-fraud-perusahaan-asal-yunani-tertipu-ratusan-ribu-dollar


Sabtu, 26 Maret 2016

Isu Terkait Kode Etik dan Profesionalisme di Bidang IT

Isu mengenai : Pembobolan CIMB Niaga Rp 22 M, Staff IT Dapat Jatah USD 200 Ribu

Lukman Diah Sari    •    28 Oktober 2014 13:46 WIB

foto: Lukman

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehilangan uang lebih dari Rp 22 miliar, Bank CIMB Niaga melapor ke Bareskrim Mabes Polri. Hasilnya dua orang staf senior bidang IT dan dua orang lain dikenai sangkaan sebagai pelaku pembobolan itu.
Para tersangka adalah SN, ST, RY, dan MSP alias WW. Mereka mendapat bagian masing-masing sebesar USD 100 ribu sampai USD 200 ribu.


Tersangka SN pegawai IT yang sudah bekerja selama 19 tahun di CIMB Niaga, menerima jatah sebesar USD 200 ribu. Sementara ST yang juga pegawai IT, mendapat jatah USD 100 ribu. SN dan ST bermufakat, untuk lakukan pembobolan sistem di CIMB Niaga.


Sementara itu tersangka MSP alias WW dan RY penampung dan pemilik rekening fiktif, mendapat duit hitam USD 100 ribu. Lanjutnya lagi, uang Rp 22 miliar, tidak sekaligus diserahkan. Namun melalui tiga tahap. 


Empat tersangka dijerat pasal 49 UU 7/1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan UU No 10 tahun 1998 dan atau Pasal 81 atau Pasal 85 UU No. 3 tahun 2011 dan Pasal 3 atau pasal 5 UU No 8 tahun 2010. Dengan ancama pidana maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.


Komentar :
     Masalah pembobolan bank CIMB Niaga yang dilakukan oleh pegawai IT yang salah satunya sudah bekerja selama 19 tahun, inilah yang menjadi concern saya untuk masalah tersebut. 19 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk seseorang bekerja di dalam sebuah perusahaan. Dia (pegawai IT yang bekerja selama 19 tahun) setidaknya kurang lebih telah mengetahui selak beluk sistem dari perusahaannya, yaitu CIMB Niaga. Selain sistem perusahaannya, dia juga mengetahui peraturan dalam perusahaannya serta kode etik dari profesinya. Mengapa dia bisa melakukan hal tersebut, setelah bekerja selama 19 tahun ?
     Banyak faktor yang mempengaruhi dia bisa melanggar peraturan perusahaan dan undang-undang. Salah satu faktornya, dia menginginkan materi yang lebih selain dari gaji dan tunjangan yang dia dapat, selalu merasa belum cukup. Dalam hal ini, dia menggunakan keahliannya sebagai pegawai IT untuk mempelajari sistem dan menjalankan kejahatannya. keahlian yang seharusnya bisa dia kembangkan dalam hal kebaikan malah dipergunakan untuk sebaliknya.
     Hal ini juga terkait masalah kode etik profesi bidang teknologi informasi. Kode etik profesi bidang teknologi informasi di Indonesia memang belum ada (yang tertulis). Namun, kita bisa menerapkan kode etik yang dibuat oleh IEEE. IEEE telah membuat semacam kode etik bagi anggotanya, sebagai berikut:

  1. To accept responsibility in making decisions consistent with the safety, health and welfare of the public, and to disclose promptly factors that might endanger the public or the environment.
  2. To avoid real or perceived conflicts of interest whenever possible, and to disclose them to affected parties when they do exist.
  3. To be honest and realistic in stating claims or estimates based on available data.
  4. To reject bribery in all its forms.
  5. To improve the understanding of technology, its appropriate application, and potential consequences.
  6. To maintain and improve our technical competence and to undertake technological tasks for others only if qualified by training or experience, or after full disclosure of pertinent limitations.
  7. To seek, accept, and offer honest criticism of technical work, to acknowledge and correct errors, and to credit properly the contributions of others.
  8. To treat fairly all persons regardless of such factors as race, religion, gender, disability, age, or national origin.
  9. To avoid injuring others, their property, reputation, or employment by false or malicious action.
  10. To assist colleagues and co-workers in their professional development and to support them in following this code of ethics.
     Jika saja pegawai IT yang sudah 19 tahun ini bekerja dan merupakan anggota dari IEEE, maka dia dapat dikatakan telah melanggar kode etik organisasinya. Dalam hal profesionalisme yang dia miliki juga telah tercoreng oleh perbuatannya.


Sumber :
http://news.metrotvnews.com/read/2014/10/28/311192/bobol-cimb-niaga-rp-22-m-staff-it-dapat-jatah-usd-200-ribu
http://redys6c.blogspot.co.id/

Minggu, 22 November 2015

Distributed Systems

EXERCISES FOR CHAPTER 1 : Characterization of Distributed Systems


1.11 Question

List the three main software components that may fail when a client process invokes a method in a server object, giving an example of a failure in each case. Suggest how the components can be made to tolerate one another’s failures.


1.11Answer :

The three main software components that may fail are:

  • the client process e.g. it may crash
  • the server process e.g. the process may crash
  • the communication software e.g. a message may fail to arrive


The failures are generally caused independently of one another. Examples of dependent failures:

  • if the loss of a message causes the client or server process to crash. (The crashing of a server would cause a client to perceive that a reply message is missing and might indirectly cause it to fail).
  • if clients crashing cause servers problems.
  • if the crash of a process causes a failures in the communication software.

Both processes should be able to tolerate missing messages. The client must tolerate a missing reply message after it has sent an invocation request message. Instead of making the user wait forever for the reply, a client process could use a timeout and then tell the user it has not been able to contact the server.
A simple server just waits for request messages, executes invocations and sends replies. It should be absolutely immune to lost messages. But if a server stores information about its clients it might eventually fail if clients crash without informing the server (so that it can remove redundant information). 
The communication software should be designed to tolerate crashes in the communicating processes. For example, the failure of one process should not cause problems in the communication between the survivingprocesses.

Kamis, 12 Maret 2015

Paragraf Deduktif & Induktif

PARAGRAF BERPOLA DEDUKTIF DAN INDUKTIF


     1.  Paragraf Berpola Deduktif

     Memasuki era Teknologi Informsi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat dirasakan kebutuhan dan pentingnya penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Melalui TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan. terutama penerapan high tech dan high touch approach. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efisien terhadap pengemasan dan penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi Informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi dan teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Pembelajaran melalui media televisi/video, pembelajaran berbasis komputer, pembelajaran berbasis web (e-learning), pembelajaran berbantukan komputer (CAI), pembelajaran berbasis media presentasi/elektronik (AVA) adalah beberapa bentuk pemanfaatan TIK yang perlu dikembangkan dan dilaksanakan dalam dunia pendidikan dewasa ini.

Penjelasan : 
Paragraf berpola deduktif adalah paragraf yang berpola dari umum ke khusus, artinya paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian dikembangkan dengan beberapa kalimat penjelas. Ciri-ciri paragraf deduktif, yaitu kalimat utama berada di awal paragraf dan kalimat utama yang disusun dari pernyataan umum kemudian disusul dengan pernyataan penjelas.

     2.  Paragraf  Berpola Induktif

       Topologi bus dirangkaikan dengan kedua ujung jaringan diakhiri dengan sebuah terminator. Topologi bintang terbentuk dari topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap setiap node atau pengguna. Topologi cincin berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Topologi mesh membentuk hubungan antarperangkat di mana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Serta topologi pohon merupakan topologi jaringan bertingkat. Semua topologi ini merupakan topologi dalam jaringan komputer.

Penjelasan :
Paragraf berpola Induktif adalah paragraf yang berpola dari khusus ke umum, artinya paragraf yang didahului dengan beberapa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan yang berupa umum. Sehingga kalimat utamanya berada di akhir paragraf.


Sumber :
1. http://setyafit.blogspot.com/2013/10/pengertian-beserta-contoh-paragraf_23.html
2. Rusman, dkk. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informai dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, (hlm. 5-6 & 355-360).