Jadikan Inspirasimu

Minggu, 16 Maret 2014

Peran Komunikasi dalam Organisasi

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Ø   PENGERTIAN KOMUNIKASI
1.        Menurut Keith Davis, komunikasi adalah sebagai :
“The process of passing information and understanding from one person to another.” (hlm.344)¹
2.       Menurut Katz dan Khan menegaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses sosial yang mempunyai relevansi terluas di dalam memfungikan setiap Kelompok, organisasi atau masyarakat.(hlm.223)²
3.     Shannon & Weaver, 1949, Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. (pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr. Hafied Cangara, M. Sc.)
Jadi, pengertian sederhana mengenai komunikasi organisasi adalah suatu penyampaian pesan dari satu orang kepada orang lain mengenai kerja sama dalam suatu lingkup organisasi.


Ø   JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Jenis Komunikasi :
a.         Komunikasi lisan dan komunikasi tertulis
Komunikasi lisan adalah komunikasi yang dilakukan dengan suara/kata-kata.
Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui tulisan, baik melalui kertas, atau alat elektronik lainnya.
b.        Komunikasi Formal dan Informal
Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi menurut jalur serta aturan yang sudah ditentukan. Komunikasi ini bertitik tolak mengenai kesediaan untuk bekerjasama dari semua orang yang terlibat dalam organisasi itu. (hlm. 70-71)⁽⁸⁾
Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi diluar jalur serta aturan yang sudah ditetapkan.
c.         Komunikasi vertikal dan Horisontal
Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang dilakukan baik dari atasan ke bawahan maupun dari bawahan ke atasan.
Komunikasi Horisontal adalah Komunikasi yang dilakukan di antara rekan-rekan sejawat dalam unit kerja yang sama. (hlm. 195)⁽⁷⁾

Proses Komunikasi :

Proses komunikasi dapat dijelaskan melalui pemahaman unsur-unsur komunikasi yang meliputi pihak yang mengawali komunikasi, pesan yang dikomunikasikan, saluran yang digunakan untuk berkomunikasi dan gangguan saat terjadi komunikasi, situasi ketika komunikasi dilakukan, pihak yang menerima pesan, umpan dan dampak pada pengirim pesan. Pengirim atau sender merupakan pihak yang mengawali proses komunikasi. Sebelum pesan dikirimkan, pengirim harus mengemas ide atau pesan tersebut sehingga dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh penerima, Proses pengemasan ide ini disebut dengan encoding¹⁰⁾. Pesan yang disampaikan melalui media, diterima oleh penerima (receiver). Terjadilah proses decoding yaitu penafsiran pesan oleh penerima. Barulah penerima memberikan feedback (respon) ke pengirim.
             

Ø   ARTI PENTING KOMUNIKASI
Komunikasi dalam organisasi memiliki arti penting (hlm.82)⁽³⁾, yaitu :
1.        Penyediaan data, informasi dan faktor-faktor lain yang sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan, juga pembinaan kerja sama kelompok dan demi pemanfaatan sumber-sumber yang ada dapat dilakukan dengan setepat-tepatnya.
2.        Penyajian data, analisis dan informasi dalam rangka membina kesatuan gerak dan arah yang setepat-tepatnya sehingga dalam rangka pemanfaatan segala sumber-sumber yang diperlukan dapat diadakan koordinat dengan setepat-tepatnya pula.
3.        Dapat menghindarkan salah pengertian dan salah pelaksanaan dalam usaha pemanfaatan dengan setepat-tepatnya terhadap sumber-sumber dan waktu yang tersedia demi tujuan yang diinginkan
Jadi itu berarti bahawa dalam rangka pengambilan keputusan serta pelaksanaan kegiatan pimpinan, baik berupa perencanaan, pengorganisasian, pendorongan dan pengendalian, maka harus senantiasa dipelihara adanya komunikasi yang setepat-tepatnya.


Ø   KOMUNIKASI EFEKTIF
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Oleh karena itu, dalam bahasa asing orang menyebutnya “the communication is in tune” ,yaitu kedua belah pihak yang berkomunikasi sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan. 6
Dalam perkembangan teknologi informasi sekarang ini, dapat membuat transformasi dalam proses komunikasi. Adanya batasan jarak dan waktu membuat hambatan dalam berkomunikasi secara langsung dalam organisasi.
Transformasi dalam proses komunikasi manusia dan komunikasi organisasi adanya kemungkinan suatu organisasi mengalami transformasi. Fulk dan Steinfield (1990) menyatakan, “Kenyataannya, komunikasi efektif adalah komunikasi yang tujuan intinya memacu penerapan teknologi informasi dalam organisasi.” (hlm. 8). ⁽⁷⁾
Disini dapat diartikan komunikasi efektif adalah adanya suatu peran teknologi informasi sebagai media komunikasi dalam organisasi. Tujuan dari komunikasi efektif adalah adanya keseimbangan antara komunikator dengan komunikan, informasi yang diberikan dapat diterima dengan jelas dan dimengerti, kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan.


Ø   IMPLIKASI MANAJERIAL
Dalam komunikasi manajerial ada 5 tipe (hlm.357)⁽⁹⁾, yaitu :
a.     Komunikasi formal (Formal Communication), yang mengikuti rantai perintah organisasi formal.
b.  Komunikasi informal (Informal Communication), yang digunakan menejer untuk melengkapi komunikasi formal. Mereka melakukannya dengan jalan menyelidiki bagaimana kelompok informal bekerja dalam organisasi yang bersangkutan.
c.   Komunikasi non-formal (Informal Communication), komunikasi ini disebabkan oleh ketidaksengajaan daripada organisasi formal yang menyebabkan terjadinya tindakan secara tidak sengaja. Komunikasi ini bersifat efektif.
d.     Komunikasi teknis (Technical Communication), digunakan oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang yang sama.
e.         Komunikasi tentang prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan (Procedural and Rules Communication), komunikasi ini biasanya dalam bentuk buku pegangan (manual) tentang organisasi yang bersangkutan.
     Jadi implikasi manajerial merupakan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer dari hasil komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi.



DAFTAR PUSTAKA

1.            Keith Davis, Human Relation at Work, McGraw-Hill Book Company, Inc. New York, San Francisco, Toronto, London, 1962.
2.       Daniel Katz dan Robert L. Kahn, The Social Psychology of Organization, New York, Wiley, 1996.
3.      Soejadi, F.X. ,1989, O&M(Organization and methods)penunjang berhasilnya proses manajemen, Jakarta, Haji Masagung.
4.     Thoha, Miftah, 1993, Perilaku organisasi : konsep dasar dan aplikasinya, Jakarta: RajaGrafindo Persada, hlm. 161-162.
5. Chandra Purnama, Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli, http://idechandra.blogspot.com/2013/03/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli.html . Diakses pada Minggu, 16 Maret 2014 Pukul 10:57
6.           Edo Parnando, Komunikasi Efektif http://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/ . Diakses pada Minggu, 16 Maret 2014 Pukul 11:28
7.        R. Wayne Pace dan Don F. Faules, 1993, Komunikasi Organisasi : Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, ed: Deddy Mulyana, 2001, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.
8.            Prof. Dr. H.J. Van Der Schroeff dan Prof. Dr. Willem  H. Makaliwe, 1406-Oktober 1985, Manajemen dan Organisasi Perusahaan, Jakarta, Ghalia Indonesia.
9.             George R.Terry. Ph.D. , ed: Dr. Winardi. S.E. , Asas-Asas Menejemen.
10.       Hassa Nurrohim dan Lina Anatan, 2009, Efektivitas Komunikasi dalam Organisasi, Jurnal Manajemen, Vol. 7. Diakses pada tanggal 16 Maret 2014 Pukul 13:41

Senin, 27 Januari 2014

Teori Kepemimpinan


A.      Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan tampaknya lebih merupakan konsep yang berdasarkan pengalaman. Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya (Joseph C. Rost.,1993).

B.     Tipe – Tipe Kepemimpinan

1.Tipe Otokratis
Ciri-cirinya antara lain:
a.       Mengandalkan kepada kekuatan / kekuasaan
b.      Menganggap dirinya paling berkuasa
c.       Keras dalam mempertahankan prinsip
d.      Jauh dari para bawahan
e.       Perintah diberikan secara paksa
2. Tipe Laissez Faire
Ciri-cirinya antara lain :
a.    Memberi kebebasan kepada para bawahan
b.    Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c.    Semua pekerjaab dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d.    Tidak mempunyai wibawa
e.    Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik
3. Tipe Paternalistik
Ciri-cirinya antara lain :
a.    Pemimpin bertindak sebagai bapak
b.    Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c.    Selalu memberikan perlindungan
d.    Keputusan ada ditangan pemimpin
4. Tipe Kepemimpinan
Ciri-cirinya antara lain :
a.    Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b.    Menggunakan sistem komanda/perintah
c.    Segala sesuatu bersifat formal
d.    Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
5. Tipe Demokratis
Ciri- cirinya antara lain :
a.    Berpatisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
b.    Bersifat terbuka
c.    Bawahan diberi kesempatan untuk member saran dan ide – ide baru
d.    Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e.    Menghargai potensi individu
6. Tipe Open Leadership
            Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada ditangan pemimpin.

  
Kasus 4 : Bank Seruni
                        Bank Seruni Indonesia adalah bank besar di Yogyakarta. Bank ini mempunyai empat cabang yang tersebar di empat kabupaten di DIY. Selama beberapa bulan manajemen telah dan sedang mempertimbangkan suatu perubahan prosedur-prosedur evaluasi latihan. Suatu perubahan yang akan mempengaruhi baik departemen personalia maupun para manajer cabang. Rencana tersebut telah didiskusikan dengan semua orang yang akan dikenal, dan sebagian dari mereka menentang perubahan itu. Penyelia latihan, Atika Nurhadi, adalah salah seorang penentang yang paling keras.
                        Setelah diskusi dengan para pengelola bank lainnya, wakil direktur bidang personalia, Ramona Dangdut, memutuskan untuk mengimplementasikan perubahan Dia membentuk dan menyeleksi para anggota satuan tugas khusus untuk mengimplementasikan perubahan dan memilih Atika sebagai kepala satuan kerja tersebut. Ketika Ramona meminta kesediaan Atika, dia menerima jabatan itu, dan kemudian berkata : “Bapak tahu bahwa saya menentang perubahan ini. Mengapa Bapak memilih saya sebagai pimpinan.”
                        Ramona menimpali : “Ya, saya mengetahui ketidaksetujuan saudara. Kami memilih saudari karena kami menganggap bahwa bila ada berbagai kekurangan dalam usulan perubahan, saudari akan menemukannya. Dan kami percaya saudari dapat membetulkannya.”

Pertanyaan :
1.      Mengapa seorang manajer seperti Ramona memilih pemimpin oposisi untuk mengimplementasikan perubahan ? Apakah saudara setuju dengan tindakan Ramona tersebut ? Mengapa ?
2.      Berapa besar derajat kesuksesan Ramona dalam pelaksanaan perubahan menurut perkiraan saudara ? apa alasan saudara berpendapat demikian ?

Penjelasan :
                        Pertanyaan No. 1 : seorang manajer seperti Ramona Dangdut tentu memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus mengenai keputusan apa yang diambil. Alasan Ramona memilih pemimpin oposisi seperti Atika sebagai kepala satuan kerja  karena bila di dalam usulan perubahan tersebut terdapat kekurangan diharapkan Atika dapat melengkapinya. Kepercayaan yang diberikan Ramona kepada Atika bukan tanpa alasan.
Kita coba bila yang memimpin usulan perubahan tersebut adalah orang yang mendukung usulan tersebut, bisa jadi dia hanya sekedar mendukung tanpa tahu akan dibawa kemana usulan tersebut. Dan tidak bisa melengkapi, bila usulan tersebut terdapat kekurangan. Hal ini disebabkan karena dia hanya stuck pada usulan perubahan yang diajukan. Sehingga usulan perubahan itu tidak dapat berkembang dan maju.
Kembali ke topik awal, saya setuju dengan usulan Ramona yang memilih pemimpin oposisi seperti Atika sebagai pimpinan perubahan, walaupun Atika menentang keras mengenai usulan perubahan tersebut. Dengan ditempatkannya pimpinan oposisi dalam posisi tersebut diharapkan dia bisa melengkapi kekurangan dan menemukan ide baru untuk usulan perubahan tersebut. Sehigga usulan perubahan tidak stuck pada satu titik dan dapat berkembang serta maju.
Pertanyaan No. 2 : Menurut saya, derajat kesuksesan Ramona dalam Pelaksanaan perubahan tersebut sekitar 270 derajat kesuksesan dari 360 derajat. Mengapa demikian ? karena dengan ide/usulan tambahan dari pimpinan oposisi mengenai pelaksanaan perubahan tesebut dapat membuat perubahan yang lebih baik dari sebelumnya.

Sumber Teori : http://coretaneta.blogspot.com/2013/04/definisi-teori-tipe-tipe-kepemimpinan.html

Minggu, 29 Desember 2013

Tulisan 2 TOU


PARA KORUPTOR DI PENJARA
CALON KORUPTOR MERAJALELA

  
Bila berbicara masalah korupsi memang tidak ada habisnya dan tentu tidak ada matinya. Korupsi dibahas oleh berbagai kalangan baik kalangan muda atau tua, kalangan rendah atau tinggi, semua membahas korupsi. Banyak opini atau pertanyaan publik yang berkembang mengenai kasus korupsi sebagian besar membahas hukuman dari koruptor, antara lain : mengapa masa hukuman si x cuma sebentar?, mengapa dendanya cuma sedikit?, mengapa gak dimiskinkan saja si x dan keluarganya?, mengapa gak dihukum mati saja si x?, dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul. Terlebih lagi yang lucu dari kasus korupsi adalah jika 1 koruptor tertangkap maka koruptor lain mengikuti. Disini artinya adanya korelasi dari 1 koruptor ke koruptor lain.

“Koruptor tidak takut hukum”.
Banyak kasus korupsi yang telah terungkap, dan masyarakat mengetahui berapa saja hukuman koruptor. Hukuman koruptor ada yang <10 tahun, >10 tahun, dan ada juga yang seumur hidup, sampai harta mereka disita KPK. Bisa dilihat dari judul yang saya tuliskan “Para Koruptor di Penjara dan Calon Koruptor Merajalela”, kasus korupsi yang terungkap menghasilkan koruptor yang di penjara dengan hukuman-hukuman yang telah disebutkan sebelumnya, tapi mengapa koruptor di luar sana yang belum tertangkap di luar sana belumlah kapok atau tersadar untuk kembali ke jalan yang benar dan bahkan masih terus merajalela.
Dampak korupsi berhubungan dengan berbagai bidang antara lain bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Korupsi itu bisa tumbuh di berbagai bidang ini. Oleh karena itu, korupsi sulit sekali dikendalikan, semakin hari selalu tumbuh bibit baru korupsi. Korupsi itu ibarat kegiatan penyebaran virus yang semakin hari semakin meresahkan, sedangkan koruptor itu ibarat virusnya. Berbagai cara telah dilakukan untuk memberantas korupsi, tapi belumlah tuntas sampai ke akar-akarnya.
Hal yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi (koruptor) adalah memberantas korupsi (koruptor) dari diri individu manusia masing-masing, karena disinilah akar daripada munculnya korupsi (koruptor). Selain itu meningkatkan kejujuran, walaupun jujur itu sulit. Banyak halangan dan rintangan dalam mempertahankan kejujuran. Oleh karena itu, jujur itu indah pada waktunya.
Sumber tulisan : Sendiri
                                   http://www.astaga.com/koruptor-yang-tak-takut-dengan-hukum-indonesia/





                

Kamis, 28 November 2013

TUGAS TOU1 - 3

v  PERBEDAAN KEKUASAAN DAN WEWENANG

Kekuasaan adalah kemungkinan seorang pelaku mewujudkan keinginannya di dalam suatu hubungan sosial yang ada termasuk dengan kekuatan atau tanpa mengiraukan landasan yang menjadi pijakan kemungkinan itu.
Wewenang merupakan hak jabatan yang sah untuk memerintahkan orang lain bertindak dan untuk memaksa pelaksanaannya. Dengan wewenang, seseorang dapat mempengaruhi aktifitas atau tingkah laku perorangan dan grup.
Sumber kekuasaan terdiri dari harta benda, status, wewenang legal, charisma, dan pendidikan. Selain itu unsur kekuasaan juga berpengaruh yaitu meliputi: rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, dan pemujaan. Lapisan kekuasaan yaitu tipe kata, tipe oligarkis, dan tipe demokratis.

v  TEKNIK-TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
1.      Teknik –teknik kreatif
Tipe pendekatan ini mencoba untuk memanfaatkansemua hal yang tersedia untuk membantu individu dalam pengambilan keputusan kreatif.
Ada dua teknik dalam kelompok teknik kreatif ( Brainstorming dan Synectics).
·  Brainstorming, teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok      dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
·  Synectics,didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dan dimaksudkan    untuk meningkatkan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.
2.      Teknik-teknik partisipatif
Partisipasi sebagai suatu teknik berarti bahwa individu-individu atau kelompok-kelompokdilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Teknik-teknik partisipatif dapat diterapkan secara informal dengan basis individual atau kelompok atau dengan basis program formal. Teknik-teknik partisipasi individual adalah berbagai teknik dengan mana bawahan entah bagaimana mempengaruhi pengambilan keputusan atasan. Sedangkan Partisipasi Kelompok menggunakan teknik-teknik konsultatif dan Demokratik.
3.      Teknik-teknik Pengambilan keputusan Modern
Dalam era computer sekarang ini . berbagai metode kuantitatif untuk pengambilan keputusan telah sangat berkembang.

Teknik-teknik Modern yang akan dibahas berikut adalah 
·                       Teknik Delphi.  Meskipun Delphi pertama kali dikembangkan oleh N. C. Dalkey dan rekan-rekannya dalam tahun 1950, baru pada decade sekarang menjadi terkenal sebagai suatu teknik untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang mengandung esiko dan ketidakpastian, missal forecasting jangka panjang.
·                      Teknik Kelompok Nominal,  suatu teknik modern lain yang berhubungan erat dengan Delphi adalah teknik kelompok nominal (nominal group technique) atau sering disebut proses pengambilan keputusan kelompok NGT.

v  UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
1.      Sumber
Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dokumen dan sejenisnya.

2.      Komunikator
Dalam komunikasi, setiap orang atau kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan, sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator.
1. Penampilan
Khusus dalam komunikasi tatap muka atau yang menggunakan media pandang dengan audio visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan.
2. Penguasaan Masalah
Seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul-betul menguasai masalahnya.
3. Penguasaan Bahasa
Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik, bahasa ini dapat dimengerti oleh komunikan. Komunikator mutlak menguasai istilah-istilah umum yang digunakan oleh lingkungan tertentu atau khusus. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan-pesan yang ingin kita sampaikan kepada audience itu.
Keefektifan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi tetapi juga oleh kemampuan diri si komunikator.
3.       Komunikan
Komunikan manusia ia berakal budi komunikator ditunjukan. kepada siapa pesan Komunikator disebut juga penerima.
4.      Pesan
Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti dari pesan yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku konsumen.
1.      Penyampaian Pesan
Melalui Lisan, face to face, melalui media dsb.
2. Bentuk Pesan
• Informatif
• Persuasif
• Koersif
5.      Channel atau Saluran
Chanel adalah saluran penyampaian pesan, dapat disebut juga dengan media. Media dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu media umum dan media massa. Media umum digunakan oleh segala bentuk komunikasi. Media Massa digunakan untuk komunikasi massa.

6.      Komunikasi
Komunikasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu personal, kelompok dan massa.
Dari sasarannya dapat di arahkan kedalam komunikasi personal, kelompok dan komunikasi massa.
a.         Komunikasi Personal
Komunikasi yang ditujukan kepada satu orang saja(tunggal).
b.         Komunikasi Kelompok
Komunikasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu.
c.         Komunikasi Massa
Komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan media massa.
7.      Efek
Efek merupakan hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidaknya dengan yang kita inginkan. Apabila sikap dan tingkah laku sesuai maka komunikasi itu berhasil. Efek ini dapat dilihat dari personal opinion, publik opinion dan majority opinion.
1.      Personal Opinion
Pendapat pribadi, hal ini merupakan akibat atau hasil yang diperoleh dari komunikasi. Ini merupakan pendapat seseorang terhadap suatu masalah tertentu.
2. Public Opinion
Pendapat umum, merupakan penilaian sosial mengenai sesuatu yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan secara individu secara sadar.
3. Majority Opinion
Merupakan pendapat sebagian besar dari masyarakat umum.

Sumber :


Selasa, 05 November 2013

Konflik dan Motivasi

Konflik dan Motivasi

Pengertian Konflik

1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. 

Contoh permasalahan

Dari berbagai macam organisasi, penemuan tentang sebuah konflik itu merupakan sebuah hal yang lazim. Dari yang sederhana seperti hubungan yang terjalin dalam sebuah “ jabatan “ yang dikatakan disini adalah mengenai hubungan dari bawahan dan atasan. Konflik jenis ini relatif sulit karena sering tidak dinyatakan secara terbuka. 
Umumnya  pihak karyawan lebih cenderung untuk diam, meskipun mengalami pertentangan dengan pihak atasan. Dari situ saja bisa terjadi konflik yang dapat menimbulkan permasalahan dalam sebuah organisasi jika ditelaah banyak sekali konflik – konflik yang terjadi dari hal tersebut yang bisa dikaji serta di pahami untuk menjadikan suatu organisasi yang lebih baik lagi.

Konflik yang bisa timbul
- misscommunication
- tidak tercapainya target atau tujuan organisasi
- ketidakharmonisan lingkungan
- perpecahan sub grup organisasi

Penanganan Permasalahan atau solusi
- Dalam sebuah miscommunication atau bisa dibilang tidak adanya komunikasi yang baik antara kedua pihak yang menyebabkan hal utama permasalahan atau konflik dalam organisasi. Dalam hal ini sebuah solusi yang dapat dilakukan adalah sebuah pendekatan yang baik antara hubungan bawahan dan atasan dan penghapusan border line yang menyebabkan adanya garis pembatas antara dua pihak yang tengah terkait masalah tersebut. Keterbukaan yang terutama untuk mengatasi konflik yang timbul dari hal ini. Serta pengertian dari pihak atasan yang terkadang mementingkan ego untuk merasa berada di tingkat yang tertinggi dan tidak bisa menerima masukan dari bawahan dalam menyikapi “ego“ nya itu.
- Tidak tercapainya tujuan organisasi disebabkan karna konflik vertical ini mungkin saja terjadi apabila permasalahan tidak cepat dilaksanakan, yang nantinya berpengaruh terhadap pencapaian target. Dalam mengatasinya bisa kita lakukan sebuah musyawarah dan pembicaraan mengenai konflik tersebut dan dari situlah maka bisa dilakukan pencegahan terhadap permaslahan yang nantinya bisa berakibat terjadinya penurunan pencapaian target dari sebuah organisasi itu sendiri.

- Ketidakharmonisan lingkungan merupakan akar cabang dari masalah seperti miskomunikasi yang telah dibiarkan begitu saja tumbuh. Dengan menjalin hubungan yang baik atau diadakannya pihak ketiga yang bisa membantu mengatasi permasalahan maka hal ini bisa dihindarkan.

- Perpecahan sub group organisasi, dalam hal ini maksud sub group organisasi adalah bagian dalam sebuah kelompok yang sedang terjadi suatu konflik. Perpecahan yang terjadi ini karena kurangnya penanganan serius terhadap masalah yang terjadi maka terciptalah keretakan dan kerusakan berat dlam tubuh sebuah organisasi. Langkah yang dapat diambil dalam Hal ini adalah dengan dilakuakan langkah awal dalam menemukan akar permaslahan yang terjadi antara atasan dan bawahan yang ada di dalam lingkup konflik. Dengan menemukan akar permasalahan.

Kesimpulan
Konflik yang terjadi dalam kasus diatas bisa juga dikatakan sebagai konflik antar individu ke individu dimana terjadinya suatu perbedaan kepribadian atau pemikiran antara satu individu yang satu dengan yang lainya. Namuan tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya sebuah konflik individu ke kelompok. 

Terlepas dari itu semua penulis lebih mengkhususkan konflik ini kepada sebuah konflik vertical yang dimana konflik yang terjadi disebabkan karena karyawan yang memiliki kedudukan yang tidak sama dalam organisasi yang dimisalkan antara atasan dengan bawahan. Kehadiran konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminasi. Namun sebenarnya tidak semua konflik merugikan organisasi. 

Karena sebuah Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan permasalahan yang merugikan kepentingan organisasi. 

DAFTAR PUSTAKA